Jumat, 27 November 2009

Sabotase dan pemerasan dilakukan oknum PLN Waru-Pamekasan


Pamekasan – Lagi-lagi opal yang dilakukan oleh petugas PLN Waru Pamekasan dilakukan tanpa didampingi aparat kepolisian, kembali tidak adil dan sangat merugikan warga yang sama sekali tidak bersalah. Matrawi (50) adalah warga desa Tamberu laok, kecamatan Sokobanah, kabupaten Sampang merupakan salah satu korban dari puluhan warga lainnya, yang mengeluh atas kecerdikan dan kecurangan oknum petugas PLN Waru –Pamekasan.
(07/09) rumah Matrawi menjadi sasaran petugas PLN yang bernama Jumain, Wafi dan kedua rekannya disaat rumah tersebut kosong, karena penghuninya sedang disawah. Menurut Aba Abdullah (65) ayah Matrawi yang merupakan satu-satunya saksi mata diTKP menjelaskan kronologi kejadiannya kepada Metro Jatim berikut penjelasannya. “Petugas PLN itu datang tanpa panggil salam, mereka langsung mendekati Kwh meter kami dan merusaknya, saya kaget dan bilang ada apa pak? Orangnya ada disawah tapi mereka tetap merusak Kwh meter. Walaupun saya sudah tua tetapi penglihatan saya masih sangat jelas ketika salah satu dari keempat petugas PLN tersebut menjebol kabel kwhmeter dan merusaknya. Setelah itu mereka membuat tulisan dikertas yang telah disediakan dan memaksa saya untuk menandatangani kertas tersebut. Kemudian mereka memaksa untuk membayar uang sebesar Rp.1.500.000, karena saya melihat sendiri perusakan yang dilakukan petugas tersebut maka saya tidak mau membayarnya. Petugas PLN terus memaksa dan membentak saya tetapi tetap saya tidak mau membayar, akhirnya petugas tersebut pergi begitu saja tanpa memperbaiki kembali Kwhmeter kami, sungguh kejam petugas PLN,”jelas Aba Abdullah.
Rumah Matrawi terdiri dari 8 anggota keluarga kini hidup dalam kegelapan malam selama 18hari, tangisan Fauzi cucu Matrawi menyelimuti rumah tersebut setiap malam. Karena tidak tahan menanggung derita akibat dari kecerdikan dan kelicikan petugas PLN tersebut, akhirnya Matrawi mencari pinjaman uang ke sanak saudaranya. Keesok harinya korban bersama Kades Tamberu laok mendatangi kantor PLN Waru – Pamekasan untuk mencari solusi yang terbaik bagi warga yang menjadi korban rekayasa oknum petugas PLN Waru, Namun dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil apa-apa bagi pihak korban. Ketika Metro Jatim menemui Sahril petugas PLN Waru, membantah pihaknya telah melakukan perusakan diKwh meter yang diperiksanya akan tetapi pihaknya melakukan pemeriksaan dilapangan secara profesional.
Akhirnya Matrawi membayar uang sebesar Rp 1.400.000 dan sisanya menyicil, hari itu juga Kwh meter Matrawi kembali diperbaiki tetapi segelnya dilonggarkan yang kemungkinan besar dikemudian hari kalau ada operasi akan dikenai sangsi lagi. (idris/det@)